Facebook

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 24 Mei 2015



PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
PROGRAM PASCASARJANA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN GARUT

UJIAN TENGAH SEMESTER

Mata Kuliah  :LANDASAN PEMBELAJARAN
Dosen              : Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd
Nama              : ASEP CAHYADIN, S.Pd
NIM                : 11868005
Kode Soal       : 1

JAWABAN !

Soal Bagian A
1.      Komponen merupakan suatu bagian dari keseluruhan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan yang membentuk suatu sistem. Menurut Prof Wina Sanjaya, sitem adalah suatu kesatuan komponen yang satu sama lain berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tiga hal yang menjadi karakteristik komponen dalam suatu sistem;
a.       Sistem memiliki tujuan yang berarti sistem memiliki arah yang ingin dicapai
b.      Sistem selalu mengandung proses, dalam pencapaian tujuan pasti dibutuhkan suatu proses. Proses disebut serangkain kegiatan, semakin komplek tujuan maka semakin rumit juga proses kegiatannya.
c.       Sistem memiliki berbagai komponen yang akan mendukungnya mencapai tujuan. Komponen-komponen tadi membent uk suatu kesatuan yang memiliki peran dan fungsi yang berbeda untuk menjalankan sistem tersebut.
Dari keterangan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa sistem tidak akan berlangsung tanpa adanya dukungan dari komponen. Komponen memegang peranan penting dalam keberlangsungan suatu sistem, satu sama lainnya dari tiap komponen tersebut harus diberdayakan sesuai dengan fungsinya. Salah satu komponen tidak bekerja dengan baik maka akan merusak sistem secara keseluruhan. Keberhasilan suatu sistem adalah kebrhasilan memberdayakan komponen-kompenen, yang artinya apabila seluruh komponen yang membentuk sistem bekerja sesuai dengan fungsinya, maka dapat dipastikan tujuan yang telah ditentukan akan tercapai secara optimal.
2.      Bagan keterkaitan komponen-komponen









                                        








BAGAN KOMPONEN PROSES PEMBELAJARAN
Analisa dari bagan diatas bahwa suatu sistem adalah ketrkaitan antar komponen-komponen yang membentuknya. Sebagai suatu sistem proses pembelajaran terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lainnya saling berinteraksi (saling mempengaruhi) dan berinterelasi (berhubungan satu sama lain), komponen-komponennya antara lain tujuan, materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, media dan evaluasi. Dari komponen-komponen yang membentuk ada salah satu komponen yang dianggap paling penting dan nyawa dalam sistem tersebut yaitu tujuan. Tujuan diibaratkan jantung dimana manusia tidak bisa hidup kalau tidak memiliki jantung begitu juga dalam sistem proses pembelajaran, tujuan adalah komponen yang pertama dan paling utama. Komponen berikutnya digambarkan oleh isi materi, maksudnya adalah proses dari kegiatan sistem tersebut. Komponen ketiga digambarkan oleh metode komponen ini memiliki fungsi sebagai pendukung dari proses, artinya bahwa proses akan berhasil manakala metode yang diterapkan tepat dan ini akan berimbas pada tujuan yang diharapkan. Kemudian komponen berikutnya alat dan sumber atau media  komponen ini mempunyai fungsi sebagai pendukung proses dengan memanfaatkan hasil-hasil teknologi untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Yang terakhir adalah evaluasi yaitu untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan maka komponen evaluasilah perannya. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dan kelebihannya dalam pemanfaatan berbagai komponen sistem pembelajaran.
3.      Guru dalam suatu proses pembelajaran memiliki peran yang sangat strategis dan penting sekali. Dalam proses pembelajaran guru tidak hanya berperan sebagi model tatapi juga sebagai pengelola pembelajaran. Efektifitas proses pembelajaran terletak pada kinerja guru, oleh karenanya keberhasilan suatu proses pembelajaran ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru. Dalam menghadapi dan melaksankan proses pembelajaran seorang guru diharuskan memahami sebuah pnedekatan sistem. Proses pembelajaran adalah sebuah sitem yang didalamnya ada kegiatan bertujuan yaitu membelajarkan siswa. Proses pembelajaran adalah suatu rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa. Melalui  pendekatan sistem banyak manfaat yang didapatkan oleh guru, dengan pemahaman sistem minimal guru akan memahami teentang tujuan pembelajaran atau hasil yang diharapkan, proses kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan, pemanfaatan setiap komponen dalam setiap kegiatan untuk mencapai tujuan dan bagaimana mengetahui keberhasilan pencapaian tersebut. Proses perencanaan yang sistematis dalam proses pembelajaran mempunyai beberapa keuntungan diantaranya ;
a.       Melalui sistem perencanaan yang matang, guru akan terhindar dari keberhasilan yang untung-untungan, dengan demikian pendekatan sistem memiliki daya ramal yang kuat tentang keberhasilan suatu proses pembelajaran, karena memang perencanaan disusun untuk mencapai hasil yang optimal.
b.      Malalui sistem perencanaan yang sistematis, setiap guru dapat menggambarkan berbagai hambatan yang mungkin akan dihadapi sehingga dapat menentukan berbagai strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
c.       Melalui sistem perencanaan, guru dapat menentukan berbagai langkah dalam memanfaatkan berbagai sumber dan fasilitas yang ada untuk ketercapaian tujuan.
4.      Beberapa variabel-variabel yang mempengaruhi sistem pembelajaran diantaranya faktor guru, faktor siswa, sarana, alat dan media yang tersedia serta faktor lingkungan. Berikut akan diuraikan secara singkat ;
a.       Faktor guru
Guru adalah salah satu komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Guru mempunya peran sentral dalam manejerial atau pengelolaaan proses pembelajaran, berjalan atau tidaknya kegiatan pembelajran ditentukan oleh guru itu sendiri.
b.      Faktor siswa.
Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Sebagai objek dalam proses pembelajaran peran siswa perlu diketahui ciri dan karakteristiknya. Tidak semua siswa memiliki pengetahuan, kepribadian, kecerdasan yang baik. Antara satu dan lainnya memiliki kemampuan yang berbeda-beda, perlunya informasi tentang siswa tersebut adalah hal penting untuk terjadinya interaksi dan proses pembelajaran.
c.       Faktor Sarana dan Prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelangsungan proses pembelajaran misalnya, media pembelajaran, alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah, dan lain-lain. Sedangkan prasarana adalah sgala sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Kedua faktor tersebut dapat mempengaruhi sistem pembelaran melalui dukungan alat dan media yang menjadikan proses pembelajaran dapat lebih mudah, effektif dan effisien untuk dilaksanakan.
d.      Faktor Lingkungan
Lingkungan adalah tempat dimana kita berada melakukan suatu aktifitas-aktifitas hidup. Dalam dimensi system pembelajaran lingkungan adalah salah satu factor penting. Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu factor organisasi kelas dan faktor social psikologis.  Faktor organisasi kelas didalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas dipandang sebagai aspek penting yang bisa memengaruhi proses pembelajaran. Sedangkan faktor iklim sosial psikologis merupakan keharmonisan hubungan antara orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Iklim sosial ini dapat terjadi secara internal dan eksternal
5.      Pentingnya pendekatan sistem untuk meningkatkan kualitas pembelajaran!
Sistem bermanfaat untuk merancang atau merencanakan suatu proses pembelajaran. Suatu proses pembelajaran bisa dikatakan berhasil di lihat dari pencapaian tujuan yang dicapai apabila tercapai maka terdapat kualitas pembelajaran didalamnya. Suatu sistem merupakan proses untuk mencapai tujuan melalui pemberdayaan komponen-komponen yang membentuknya, maka sistem sangat erat kaitannya dengan perencanaan. Perencanan yang matang merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan tujuan yang diharapkan. Oleh karenanya, proses berpikir dengan pendekatan sistem memiliki daya ramal yang akurat akan keberhasilan suatu proses. Kualitas pembelajaran dapat dicapai tatkala tujuan dari pembelajaran tercapai, tujuan bisa di dapatken ketika kita merencanakan dengan matang melalui pendekatan sistem. Maka hal ini bisa membuktikan bahwa dengan pendekatan sistem kita bisa mendapatkan kualitas pembelajaran yang dilihat dari tujuan yang telah dicapai.

Soal Bagian  B   
1.      a. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan (approach) merupakan titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya proses yang sifatnya masih umum. Ada dua pendekatan yaitu pendekatan yang berpusat pada guru ( teachers-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa  (student -centered approach). Pendekatan merupakan sumber ketika kita merencanakan strategi dan metode pembelajaran
b. Strategi Pembelajaran
Istilah strategi pada mulanya berasal dari dunia militer yang diartikan sebagai cara menggunakan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan peperangan. Dalam dunia Pendidikan strategi pembelajaran dipergunkan untuk perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidika tertentu. Dua hal dari strategi pembelajaran, pertama strategiu adalah merupakan rencana tindakan proses pembelajaran kedua strategi merupakan rencana untuk pencapaian tujuan tertentu.
c.       Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah upaya untuk mengimpelementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode merupakan suatu cara yang dapat digunakan untuk melaksanak strategi. Sehabat-hebatnya strategi yang diterapkan apabila tanpa metode yang tepat tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan, maka dapat dikatakan bahwa metode adalah suatu alat dalam menjalankan strategi.
d.      Teknik dan Taktik
Membicarakan metode pembelajaran berarti tidak akan lepas dari teknik dan taktik pembelajaran. Teknik dan taktik pembelajaran merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Sedangkan taktik adalah gaya seseorang dalam melaksankan suatu teknik atau metode tertentu. Teknik diterapkan manakala situasi dan kondisi yang dihadapi, sedangkan taktik adalah gaya, pembawaan dari individu itu sendiri.
2.      Langkah-langkah strategi ekspositori dan inkuiri
a.       Strategi Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses bertutur bahwa dalam strategi ini peran siswa menyimak untuk menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru. Langkah-langkah yang harus dilakukan diantaranya :
1.      Persiapan (preparation), dalam tahap pertama yaitu mempersiapkan siswa untuk siap menerima pelajaran. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap persiapan
-          Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negative, dalam hal ini guru merangsang dan mendorong siswa untuk siap mengahadapi materi yang akan dipelajari meski sesulit apapun.
-          Mulaialah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai,  artinya bahwa tujuan apa yang akan didapat oleh para siswa setelah mempelajari materi yang akan diberikan dengan maksud untuk memberikan pemahaman kepada siswa apa yang harus mereka kuasai dalam menerima materi yang diajarkan.
-          Bukalah file dalam otak siswa, maksudnya kita bisa mengungkapkan materi yang akan disampaikan dengan pengetahuan yang telah ada disiswa dengan cara menghubungkan dengan materi-materi yang dipelajari sebelumnya yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas.
2.      Penyajian (presentation) adalah langkah penyamapaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Untuk lebih mengefektifkan langkah ini harus meperhatikan beberapa hal berikut :
-          Penggunaan bahasa artinya bahwa bahasa yang digunakan bersifat komunikatif dan mudah dipahami serta harus menyesuaikan dengan tingkat perkembangan audiens siswa maksudnya usia siswa.
-          Intonasi suara bahwa guru harus bisa mengatur nada suara ketika memberikan pelajaran dengan tujuan untuk mengontrol perhatian siswa sehingga tidak akan muah bosan.
-          Menjaga kontak mata dengan siswa adalah melakukan komunikasi penglihatan yang bisa membawa anak merasa dihargai dalam proses pembelajaran, mereka merasa dibawa dalam suasana pembelajaran tersebut.
-          Menggunakan joke-joke yang menyegarkan dengan canda riang membuat suasana pembelajaran tidak terlalu kaku, ini dilakukan untuk mengembalikan tingkat konsentrasi siswa pada pelajaran.
3.      Korelasi (correlation) langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya.
4.      Menyimpulkan (generalization) adalah tahapan untuk memahami inti (core) dari materi pelajaran yang telah disajikan. Langkah ini bermaksud untuk meberikan pemahaman kepada siswa dan bisa menyimpulkan dan mengambil intisari dari proses penyajian pelajaran.
5.      Mengaplikasikan (application) adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan dari guru. Dalam hal ini guru dapat mendapatkan informasi dari kegiatan tadi tentang sejauh mana siswa dapat menguasai dan memahami materi yang disampaikan.
b.      Strategi Inkuiri
Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkain kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Srategi pembelajaran inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan, materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri pelajaran , sedangkan guru memfasilitasi dan membimbing siswa untuk belajar. Langkah-langkah pelaksanaan strategi pembelajaran inkuiri :
1.      Orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive. Diadalam langkah ini guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Langkah ini diperlukan untuk mengajak supaya siswa mempunyai kemauan untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah yang akan dipelajari.
2.      Merumuskan masalah adalah langkah yang menyajikan persoalan yang harus dijawab oleh siswa meskipun mengandung teka-teki yang cukup komplek.
3.      Merumuskan hipotesis,adalah langkah untuk memberikan keleluasaan siswa menjawab suatu permasalahan yang dikaji dengan jawaban sementara. Maka dari itu jawaban sementara itu harus diuji kebenarannya dengan kemampuan hipotesis yang rasional dan logis para siswa dapat mengembangkan potensi dirinya untuk mencari jawaban yang pasti dari masalah yang diberikan.
4.      Mengumpulkan data, langkah ini adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Tugas seorang guru dalam langkah ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.
5.      Menguji hipotesis adalah salah satu langkah untuk proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh dari hasil pengumpulan data tersebut. Kebenaran hipotesis adalah kebenaran yang bukan berdasarkan argumentasi tetapi harus didukung dengan bukti-bukti atau data terkait yang dapat dipertanggungjawabkan.
6.      Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian dari hipotesis. Peran seorang guru untuk menuntun mendapatkan kesimpulan yang benar adalah dengan menunjukan data-data atau jawaban-jawaban yang relevan.
3.      Langkah pengunaan metode ceramah dan diskusi
a.       Metode Ceramah
Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penutran secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. Ceramah adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Alat interaksi yang terutama dalam hal ini adalah “berbicara". Dalam ceramahnya kemungkinan guru menyelipkan pertanyaan pertanyaan, akan tetapi kegiatan belajar siswa terutama mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok pokok penting, yang dikemukakan oleh guru; bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam  metode ceramah diantaranya :
1.      Tahap persiapan , sebelum melaksanakan kegiatan guru merumuskan dahulu tujuan yang akan dicapainya. Berikutnya seorang guru menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan, tingkat penguasaan materi sangat berpengaruh sekali terhadap keberhasilan dari kegiatan ceramah untuk itu guru harus dapat menguasai materi yang akan disampaiakan. Untuk lebih membantu para guru hendaknya alat bantu dipersiapkan misalkan dengan media transfaransi atau media lainnya yang membantu penceramah dapat menyampaikan materinya.
2.      Tahap pelaksanaan, pada tahap ini ada tiga hal yang harus dilakukan, diantaranya ;
a.       Langkah pembukaan adalah awal memulai ceramah dimana kita harus bisa meyakinkan siswa memahami tujuan yang kan dicapai dalam proses pembelajaran tersebut, berikutnya lakukan kegiatan apersepsi yaitu menghubungkan materi yang dahulu dengan materi yang akan disampaikan .
b.       Langkah Penyajian yaitu tahap penyampaian materi pembelajaran dengan bertutur dalam tahap ini guru secara monologis satu arah menyampaiakan materi pembelajaran
c.       Langkah mengakhiri atau menutup ceramah langkah ini dilakukan untuk mengikat pemahaman siswa yang telah dimilki dari proses caeramah tadi.
b.      Metode diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang mengahadapkan siswa pada suatu permasalahan. Metode diskusi merupakan suatu cara mengajar yang bercirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pertanyaan atau problem. Di mana para anggota diskusi dengan jujur berusaha mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. Dalam metode diskusi guru dapat membimbing dan mendidik siswa untuk hidup dalam suasana yang penuh tanggung jawab, msetiap orang yang berbicara atau mengemukakan pendapat harus berdasarkan prinsip-prinsip tertentu yang dapat diperanggungjawabkan. Jadi bukan omong kosong, juga bukan untuk menghasut atau mengacau suasana. Menghormati pendapat orang lain, menerima pendapat yang enar dan menolak pendapatb yang salah adalah ciri dari metode yang dapat dighunakan untuk mendidik siswa berjiwa demokrasi dan melatih kemampuan berbicara siswa. Jenis-jenis diskusi diantaranya, diskusi kelas, diskusi kelompok kecil, simposium, dan diskusi panel. Langkah-langkah melaksanakan metode diskusi diantaranya :
1.      Langkah persiapan yaitu langkah awal dimana persiapan yang dilakukan harus memperhatikan perumusan tujuan yanga akan dicapai, jenis diskusi yang dapat dilaksanakan, menetapkan masalah yang akan dibahas dan menetapkan segala sesuatu yang  berhubungan dengan teknis kegiatan.
2.      Pelaksanaan diskusi kegiatan diskusi berlangsung yang harus diperhatikan oleh para guru diantaranya :
-          Memeriksa segala persiapan yang dianggap perlu dalam kelancaran diskusi
-          Memberikan pengarahan kepada siswa sebelum terjadinya proses diskusi
-          Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditatapkan
-          Memberikan kesempatan yang sama pada setiap kelompok untuk menyampaikan gagasan dan ide0idenya
-          Mengendalikan pembicaraan pada pokok-pokok yang akan dibahas

3.      Menutup diskusi, setelah diskusi berakhir adakan sebuah kesimpulan dari hasil diskusi tersebut dengan cara membuat pokok-pokok pembahasan yang didiskusikan. Me riview jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya.

RENUNGAN

Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia. Tepat sebelum kelas usai siang itu, semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka. Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu. Tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu…
Malamnya sang guru memeriksa tugas itu.Sebagian besar siswa menulis demikia:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut.
Tapi guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir. Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam. Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam. Isinya seperti ini:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat
2. Bisa Mendengar
3. Bisa Menyentuh
4. Bisa Disayangi
5. Bisa Merasakan
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai.

Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswanya.K emudian menundukkan kepalanya berdoo, mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban. Keajaiban itu ada di sekeliling kita, yang kita miliki, dan karena itu jangan lupa untuk kita syukuri.

Minggu, 18 Januari 2015

Curhatan Perjuangan Forum Qoryah Thoyyibah

CURHAT, UNEK-UNEK DAN PERMOHONAN ……..
QORYAH THOYYIBAH 9 AGUSTUS 2014
OLEH : ASEP CAHYADIN
Bapak-bapak yang hadir dalam majelis terhormat forum qoryah thoyyibah, izinkan saya membacakan sedikit ganjalan yang mendera hati selama kevakuman perjuangan Forum, terkait Maksud dan Tujuan yang dicita-citakan oleh warga qoryah thoyyibah.

Saya awali dengan sebuah pertanyaan, Maksud dan Tujuan kita berkumpul dalam majelis ini apa? Harus ada kejelasan ! Apa yang akan kita bicarakan ? dimana kita selama ini ? terlambatkah, atau tidak sama sekali atau mungkin juga kita sudah punya harapan besar, sebuah jawaban kepastian yang kita nanti-nantikan.

Sekedar mengingat ulang tentang perjuangan kita kebelakang, diawali penolakan akan pendirian pabrik sampai pada aksi yang kita lakukan Alhamdulillah sudah menuai hasil positif. Sementara tujuan dari perjuangan tersebut sudah tercapai tinggal membuahkan hasil, perjuangan kita sudah didengar oleh pihak penguasa/pemerintah dengan keluarnya surat Bupati No. 530/1548/BPMPT yang menyatakan NEGOSIASI .

Meruntut peristiwa yang terjadi semenjak keluarnya surat tersebut, banyak sekali kesalahan-kesalahan ataupun langkah-langkah yang melenceng dan tidak pada jalurnya. Apakah kita tidak faham akan makna NEGOSIASI ? , dua kali kita kedatangan dari pihak Perusahan, tapi apa hasil yang kita dapatkan, menurut saya NOL, karena kita tidak Fokus akan Makna Negosiasi, kesalahan siapakah ini ? saya rasa ini adalah kesalahan kita semua.

Saya secara pribadi kecewa, tetapi kekecewaan ini tidak untuk menyalahkan dan mencari siapa yang salah, tentu semua pihak tidak ingin disalahkan. Pertemuan terakhir dengan pihak perusahaan yang kebetulan saya menghadiri kegiatan tersebut, tidak ada langkah negosiasi yang mencari solusi mengarah pada kepastian pembebasan yang ada kita hanya menggurui mereka dengan cerita-cerita yang sudah tidak tepat untuk disampaikan, berbicara masalah air, polusi dan lain sebagainya bukan pada titik kesepakatan kita untuk dibebaskan, meskipun jawaban mereka keberatan secara pribadi, ini yang kedua kalinya bukan mengawali komunikasi Negosiasi. Akhirnya setelah itu kita disuruh menunggu entah sampai kapan karena jaring komunikasi hanya terpusat pada Pa Ketua, dan setelah itu kita seolah dinina bobokan, antar pengurus forum pun jadi gagap untuk bertindak dan harus bagaimana ?

Setelah titik tersebut sampai sekarang tidak ada kejelasan lagi, mau seperti apakah kita ini, dan salah satu kesalahan kita semua sebagai warga hanya menunggu peran yang dilakukan oleh forum, padahal kalau ditelaah surat dari Bupati sudah jelas menjadi sebuah dasar patokan warga untuk bisa berperan aktif dalam kata negosiasi bukan hanya mengandalkan forum saja, karena setiap warga berhak melakukan negosiasi tersebut. Dan langkah seperti ini harus dapat dihargai oleh semua pihak, jangan dianggap sebagai penghianat atau dihalang-halangi karena menunggu keputusan dari forum yang nota bene tidak berada pada jalurnya.

Kesalahan kedua setelah terbitnya surat tersebut, seharusnya disikapi dengan membentuk TIM Negosiator yang handal, yang bekerja dengan komunikasi yang intens dengan pihak perusahaan tanpa ada jeda karena berbagai alasan semisal karena kita sedang melaksanakan ibadah, karena hal ini konteksnya berbeda dengan pergerakan sebelumnya. Sementara kita semua tahu bahwa komunikasi hanya terpusat pada ketua. Kalimat ini bukan untuk menyudutkan atau menuduh ketua tetapi ini adalah kesalahan-kesalahan yang kita lakukan dalam proses pencapaian tujuan negosiasi.

Setelah diam selama tiga minggu, pastinya kondisi psikologis dan langkah gerakan kita sudah bisa terbaca oleh pihak perusahaan dan mereka menjadi mudah untuk memainkan ini semua dengan ketidakpastian. Maka wajar apabila warga termasuk saya sendiri menjadi khawatir dan GTT (galau tingkat tinggi) dan banyak pertanyaan yang muncul yang mengarah pada diri saya, yang tidak bisa saya jawab dengan jelas. Undangan untuk menghadiri kegiatan majelis ini datang langsung dari Pa Ketua dan saya tidak tahu langkah apa yang akan dilakukan mudah-mudahan langkah baik.

Tetapi dengan rasa hormat yang tinggi dan menjadi hak saya dalam kesempatan ini saya sampaikan untuk mengundurkan diri dari pengurus forum karena saya tidak bisa bekerja dengan langkah-langkah seperti ini. Saya akan menghargai setiap keputusan yang dihasilkan dari kegiatan majelis ini, dan ini kesempatan yang baik pula bagi saya untuk berhenti dari titel pengurus warga ciburial karena saya sudah tidak sanggup lagi karena satu dan lain hal.

Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Cat: hal-hal yang berhubungan dengan masalah adminitrasi warga ciburial
        Dicarakan kemudian.







Multimedia Interaktiv VS Mobile Learning

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan  adalah  usaha  sadar  dan  terencana  untuk  mewujudkan  suasana belajar  dan  proses  pembelajaran  agar  peserta  didik  secara  aktif  mengembangkan potensi  dirinya  untuk  memiliki  kekuatan  spiritual  keagamaan,  pengendalian  diri, kepribadian,  kecerdasan,  akhlak  mulia,  serta  keterampilan  yang  diperlukan  dirinya, masyarakat,  bangsa  dan  negara.  Sehingga  dalam  melaksanakan  prinsip penyelenggaraan  pendidikan  harus  sesuai  dengan  tujuan  pendidikan  nasional  yaitu; mengembangkan  kemampuan  dan  membentuk  watak  serta  peradaban  bangsa  yang bermartabat  dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan  bangsa,  bertujuan  untuk berkembangnya  potensi  peserta  didik  agar  menjadi  manusia  yang  beriman  dan bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa,  berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun bahkan mengarah ke rencana 12 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global.
Pendidikan merupakan sebuah investasi besar bagi suatu bangsa, bahwa peradaban dan martabatnya bisa terlihat dari tingkat pendidikan yang dimilikinya. Sejarah Jepang menjadi sebuah pelajaran penting bagi kita, bahwa mereka pernah terpuruk akibat bom dahsyat yang dijatuhkan Amerika beserta sekutunya di Hirosima dan Nagasaki. Peristiwa  ini mengakibatkan kerusakan yang sangat parah, semua porak poranda dan banyak korban nyawa yang berjatuhan. Tapi apa yang ditanyakan pertama kali oleh pemimpin besarnya, yaitu berapa jumlah guru yang tersisa. Memaknai pertanyaan tersebut dapat mengandung arti bahwa bagaiman membangun kembali negaranya dimulai dari segi pendidikan.
Pelajaran penting yang bisa kita petik dari Jepang adalah komitmen terhadap pendidikan. Lantas apa yang bisa kita amati dari Negara Jepang pada saat sekarang, tentu saja sebuah negara besar, maju, sebagai pusat teknologi dan peradaban pendidikan yang sangat tinggi. Sebuah negara yang terletak di rumpun Asia tetapi telah melewati kemajuan dalam berbagai bidang bahkan melebihi Negara Adi Kuasa sekalipun (Amerika Serikat). Pada saat sekarang negara ini telah menjelma menjadi kiblat pembelajaran terutama pada bidang teknologi, terutama produknya yang banyak digunakan dalam  bidang Teknologi Pendidikan.
Teknologi Pendidikan menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran baik dari sisi guru maupun peserta didik. Menurut AECT (dalam Warsita;2008:17) bahwa :‘Teknologi Pendidikan adalah studi dan etika praktik dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan dan mengelola proses dan sumber-sumber yang tepat’. Dari pernyataan ini dipandang bahwa Teknologi Pendidikan mempunyai tujuan untuk memfasilitasi pembelajaran agar lebih efektif, efisien dan menyenangkan serta dapat mempermudah dan meningkatkan kinerja guru.
Berbicara mengenai teknologi pada saat sekarang peranannya tidak bisa lepas dalam setiap sendi kehidupan. Pada bidang pendidikan, untuk menjawab tantangan era digital, teknologi mempunyai peranan yang sangat penting. Apabila kita simak dalam perubahan Kurikulum 2013 yang akan diluncurkan pada Tahun Pelajaran 2014 secara serentak, salah satunya menitik beratkan pada pemanfaatan Teknologi Informasi dalam penyampaian pembelajaran.
Kegiatan belajar dan mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan paling inti  dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti bahwa pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar yang dijalankan dengan rancangan dan implementasi secara profesional. Tentu saja dalam setiap kegiatan pembelajaran akan selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan peserta didik. Guru sebagai pengajar merupakan creator (pencipta) kondisi belajar peserta didik yang dirancang dan didesain secara sengaja, sistematis dan berkesinambungan. Sedangkan peserta didik sebagai siswa merupakan pihak yang mengikuti kegiatan dan kondisi belajar yang diciptakan guru.
Dalam Teknologi Pendidikan dikenal dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau sering disebut TIK. Perkembangan TIK telah memberikan kontribusi terhadap terjadinya revolusi dalam berbagai bidang, Termasuk dalam bidang pendidikan. Eric Ashby menyampaikan pandangan (dalam Rusman, 2009)  bahwa dunia pendidikan telah memasuki revolusinya yang kelima. Revolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru. Revolusi kedua terjadi ketika digunakannya tulisan untuk keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio dan televisi untuk pemerataan dan perluasan pendidikan. Revolusi kelima, seperti saat ini, dengan dimanfaatkannya TIK tercanggih, khususnya komputer dan internet untuk digunakan dalam kegiatan pendidikan.    
Kemajuan teknologi informasi banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan dewasa ini, khususnya teknologi  komputer dan internet, baik dalam hal perangkat keras maupun lunak. Kemajuan teknologi memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia pendidikan untuk menunjang
proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien  bagi
siswa. Keuntungan yang ditawarkan  dalam  kemajuan teknologi  bukan saja terletak pada faktor kecepatan untuk mendapatkan informasi namun juga fasilitas multimedia yang dapat membuat belajar lebih menarik, visual dan interaktif.
Proses pembelajaran sepertinya sudah harus bergeser dari yang konvensional menjadi digital dengan alasan fenomena pemanfaatan teknologi dimasyarakat yang kian tinggi. Para peserta didik sudah mengenal dan  membawa peralatan-peralatan teknologi canggih semisal handphone, Mp3, laptop, i-pad tablet, android dan lainnya. Oleh karena itu sebagai guru yang inovatif dan kreatif dituntut untuk dapat memanfaatkan fenomena tersebut menjadi salah satu strategi, model dan metode dalam penyampaian pembelajaran.
Banyak program aplikasi dari TIK yang diterapkan dalam Teknologi Pembelajaran dan dipergunakan pada proses pembelajaran di antaranya adalah Multimedia Interaktif (MMI) dan Mobile Learning (M Learning). Multimedia adalah media penyampaian dengan menggunakan banyak media seperti text, gambar, animasi, video, suara dan lain sebagainya. Komponen-komponen tersebut dirancang dan disatukan menjadi sebuah karya yang dinamakan multimedia. Sedangkan interaktif adalah interaksi multimedia itu sendiri dengan pengguna atau yang biasa disebut user. M-Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan alat/perangkat (device) bergerak seperti telepon genggam (HP), PDA, Laptop, Android dan Tablet PC. Dengan peralatan ini pembelajar dapat mengakses materi, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan pelajaran tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, di manapun dan kapanpun mereka berada.
Telah banyak penelitian-penelitian dari kedua bentuk aplikasi ini yang dikembangkan oleh para praktisi, guru, dosen, dan mahasiswa yang menemukan keunggulannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam pemanfaatan aplikasi ini adalah menemukan dan menciptakan model pembelajaran yang dibutuhkan oleh para peserta didik. Seperti yang disampaikan oleh Darmawan (2012:38), “Pembelajaran interaktif mampu mengaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi karena ketertarikannya pada sistem multimedia yang mampu menyuguhkan teks, gambar, video, suara dan animasi”.
Penelitian lain mengenai aplikasi M Learning yang dilakukan oleh Gumilar dan Darmawan (2012) menemukan bahwa melalui mobile learning dapat memberikan keunggulan pada penanaman dan perubahan hasil belajar berkenaan dengan kompetensi nilai dan norma kehidupan dimasyarakat.
Kedua program aplikasi tersebut apabila dimanfaatkan dalam proses pembelajaran akan memberikan pengaruh yang berarti. Terjadinya proses pembelajaran yang efektif, inovatif, komunikatif, kreatif dan menyenangkan dapat terwujud melalui pemanfaatan MMI dan M learning. Pembelajaran akan mengalami perubahan serta pergeseran dari yang tadinya berpusat pada guru  (teacher centered) menjadi berpusat pada siswa  (student centered), maksudnya pembelajaran tidak akan terpusat pada guru lagi melainkan peserta didik bisa lebih banyak belajar menggunakan dan memanfaatkan peranan dari kedua aplikasi ini.
Pengamatan awal yang dilakukan di SMA YKBBB Leles untuk pemanfaatan kedua aplikasi tersebut, belum dapat dilaksanakan dengan baik. Apabila diinventarisasikan dari jumlah keseluruhan peserta didik, mereka sudah memiliki handphone yang rata-rata mempunyai fitur serta fasilitas canggih dan lengkap misalnya ada video, java, mp4 dan mp3, akan tetapi para guru belum dapat memanfaatkannya. Di samping itu kelengkapan fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran dengan adanya lab komputer, projector, sound system dan lainnya telah tersedia, serta hampir seluruh  guru telah memiliki laptop dan dapat mengoprasikannya. Tetapi keadaan ini belum mampu mendorong para guru untuk memanfaatkan sumber daya dan fasilitas yang ada.
Selain permasalahan tadi, berdasarkan pengamatan sementara dan pokok masalah utama ditemukan bahwa kemampuan peserta didik khususnya kelas XI di SMA YKBBB dalam menjawab soal-soal Penjasorkes masih rendah, yang memiliki nilai rata-rata 56,8 (skala 100) dari penentuan KKM 70. Rendahnya kemampuan penguasaan konsep peserta didik kemungkinan diakibatkan dari proses penyampaian materi (pembelajaran) yang masih menggunakan metode konvensional. Metode yang biasa digunakan guru dalam menyampaikan proses pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah tanpa menggunakan  pendekatan multimedia dari TIK.
Berdasarkan uraian tersebut peneliti memiliki ketertarikan untuk dapat meneliti peranan dan pemanfaatan aplikasi TIK kedalam proses pembelajaran. Aplikasi program yang akan di manfaatkan dalam penelitian ini yaitu  Multimedia Interaktif (MMI) dan Mobile Learning (M Learning). Penelitian ini dikhususkan pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang  diampu oleh peneliti dengan judul:

“EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MMI ( MULTIMEDIA INTERAKTIF ) DAN MOBILE LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES”