Facebook

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 27 Oktober 2020

Pemikiran Ki Hadjar Dewantara



 Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

a.    Sintesis Berbagai Materi

Ki Hadjar Dewantara adalah seorang Pahlawan Nasional, Pejuang Kemerdekaan dan juga Tokoh dalam bidang Pendidikan yang namanya Harum sampai saat ini dan Pemikiran-pemikirannya menjadi dasar dan pegangan di Dunia Pendidikan Bangsa Indonesia. Lahir dari kalangan ningrat tapi beliau sangat perhatian pada kalangan bawah sekalipun.

Bernama Lengkap Raden Mas Soewardi Soerjaningrat dan nama panggilan Ki Hadjar Dewantara beliau lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 dan wafat pada tanggal 26 April 1959, meninggal dunia di usia 69 tahun. Ki Hajar Dewantara pada dasarnya merupakan anak dari pasangan Pangeran Soerjaningrat dan juga Raden Ayu Sandiah, beliau berasal dari lingkungan keluarga Kadipaten Pakualaman dari kalangan ningrat.

Mengenyam pendidikan di ELS atau sekolah dasar eropa Belanda lalu kemudian dilanjutkan ke sekolah  STOVIA atau sekolah para Dokter Bumiputera meskipun beliau tidak lulus dan kemudian dia bekerja dan menulis diberbagai surat kabar dan menjadi wartawan.

Berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi bangsa yang ditindas oleh colonial, beliau menjadi bagian dari pergerakan pejuang pemuda Indonesia pada saat itu. Sebagai wartawan beliau tidak henti-hentinya membuat tulisan-tulisan yang menyindir bangsa colonial belanda, yang pada akhirnya beliau menjadi target colonial untuk diasingkan ke beberapa daerah bahkan keluar negri sekalipun.

Dalam bidang pergerakan perjuangan bangsa beliau merupakan seseorang yang cukup aktif di dalam sebuah organisasi sosial dan juga politik. Bahkan sejak berdirinya BO atau yang dikenal sebagai Organisasi Boedi Oetomo yaitu pada tahun 1908 beliau juga aktif di dalam sesi propaganda dengan tujuan untuk mensosialisasikan dan juga untuk menggugah kesadaran dari masyarakat Indonesia yang dulunya masih dijajah oleh pemerintahan Belanda untuk bersatu, beliau menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan juga kesatuan di dalam berbangsa maupun bernegara. Bahkan dalam catatan biografi Ki Hajar Dewantara Kongres Boedi Oetomo pertama kali yang diadakan di Yogyakarta beliau salah seorang yang aktif dan mengorganisir kegiatan tersebut.

Genap pada usia 40 Tahun dia berganti nama dengan Ki Hadjar Dewantara yang tadinya soewardi dan menghilangkan gelar kebangsawanannya. Berawal dari siniliah dia concern perhatian dan peduli di dunia Pendidikan. Pada Tahun 1922 beliau mendirikan sekolah Perguruan Taman Siswa yang tanpa memandang siapapun dapat belajar disana.

Dari sinilah pemikiran-pemikiran dan konsep konsep Pendidikan dia torehkan, 3 semboyan yang dipegang teguh dalam dunia Pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung tulodo ( didepan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karso (Ditengah memebrikan bimbingan dan semangat), Tut Wuri Handayani (dibelakang memberikan dorongan). Sampai saat ini TUT WURI HANDAYANI menjadi semboyan Dunia Pendidikan di Indonesia.

Beberapa buah pemikirannya tentang pendidikan yang dapat kami rangkum adalah sebagai berikut :

1.    Pendidikan adalah menuntun

2.    Pendidikan ibarat filosofi bertani

3.    Pendidikan itu menumbuhkembangkan Budi Pekerti

4.    Pendidikan berlandaskan filosofi bermain

5.    Pendidikan Menghamba pada anak/orientasi pada peserta didik

 

1.         Pendidikan itu menuntun

Menuntun artinya memberikan arah, membimbing segala kukatan kodrat yang dimiliki peserta didik agar mereka dalam pertumbuhan dan perkembangannya mencapai keselamatan dan kebahagiaan lahir batin, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Pendidik di sekolah bisa meneruskan atau meluruskan pendidikan dari keluarganya memberikan  pendidikan dan pengajaran  yang bermakna sesuai dengan konteks lingkungannya.

 2.         Filosofis bertani.

Pendidik ibarat petani, dan benih-benih adalah peserta didik yang mempunyai karakter, latar belakang, kemampuan, kodrat yang berbeda. Petani dengan segala kemampuannya berupaya untuk menumbuhkembangkan bibit tanaman yang berbeda itu agar tumbuh dengan baik, memberi pupuk, memberi perlindungan terhadap hama yang menyerang tumbuhan dengan obat, tempet persemaian/ tanah yang subur, pengairan yang cukup. Juga yang terpenting tidak berharap melawan kodrat benihnya. Benih padi tidak bisa tumbuh dijadikan jagung atau sebaliknya. Perlakuan tiap jenis benih pun berbeda pula sesuai dengan karakter tumbuhan masing-masing. Begitu pula seorang Pendidik yang memperlakukan peserta didik yang berbeda-beda karakter.

 3.         Pendidikan itu untuk menumbuhkembangkan Budi pekerti.

Penumbuhan budi pekerti adalah hal mutlak dalam pendidikan. Bersatunya budi (kekuatan pikiran, halusnya perasaan dan  kuatnya kehendak/kemauan) sehingga menjadi Pekerti (tenaga/kekuatan). Peserta didik akan kokoh dan kuat dalam menghadapi permaslahan hidup yang manantang di setiap zamannya. Budi pekerti yang baik menjadikan pribadi yang tangguh yang selamanya akan berlaku sesuai nilai-nilai kemanusiaan dan berjiwa kebangsaan.

 4.         Pendidikan dengan filosofi Bermain.

Bermain yang bermakna merupakan aktivitas terpadu yang ada pada setiap tumbuh kembang anak. Bermain melatih kreatif, kebersamaan, keseimbangan motorik, keseimbangan emosional, menerima, menghargai , sportifitas. olah raga, olah rasa, olah karsa terdapat dalam permainan anak-anak. Jenis permainan disesuaikan dengan kemampuan dan kodrat anak, artinya kadang berbeda permianan untuk perempuan dan laki-laki.  Banyak sekali jenis mainan yang diintegrasikan dengan belajar berhitung (congklak), strategi, interaksi(gobak sodor) dll.

Filosofi bermain musik bagi pendidik bisa dijadikan rujukan psikologi anak. Contoh dalam satu group musik band/gamelan. Biarlah tiap alat musik berbunyi sesuai kodratnya, tetapi kalau dimainkan bersama-sama dengan harmonisasi dan nada yang teratur/tertib maka akan menghasilkan paduan musik yang indah. Begitu pula pada anak didik dengan berbeda karakternya.

5.         Pendidikan berorientasi pada anak/ peserta didik.

Ki hajar Dewantara mengungkapkan Peserta didik dikatakan dewa atau pendidik mendewakan peserta didik, Peserta didik harus dihormati. Ini maknanya bahwa dalam pendidikan, seorang pendidik harus menyesuaikan pembelajaran, cara memberikan pelajaran, metoda dan memperlakukan peserta didik  sesuai dengan profil peserta didiknya yang telah didiagnosis sejak awal. Sesuai dengan kebutuhannya dan lingkungan yang nenyertainya supaya pendidikan dan pengajaran lebih bemakna sesuai dengan konteks.

Itulah lima point pemikiran Ki Hajar Dewantara yang positif yang dapat diterapkan di sekolah dan relevan bagi pendidikan pada masa sekarang.  Pemikiran KHD menyeimbangkan antara peningkatan Pengetahuan intelektualnya dan budi pekerti. Karena KHD mengungkapkan jika anak hanya menguasai dan cemerlnag  kemampuan intelektualnya tanpa dibarengi dengan budi pekerti yang baik, akan menjauhkan dari masyarakat, individualisme, dan lemah akan jiwa kebangsaan.

 

b.Refleksi Mandiri

Beberapa  hal yang bisa saya temukan dari pemikiran pemikiran KHD , terkait dengan pemikiran saya dan mencoba merefleksikan pemikiran dari Ki Hajar Dewantara, ada beberapa hal yang menjadi point pokok refleksi saya, diantaranya :


1.    Apa yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1?


Sebelumnya saya percaya bahwa tugas kita adalah mentransfer ilmu kepada murid-murid, bahwa anak bagaikan kertas putih yang bagaimana kita akan mengisi kertas tersebut dengan berbagai ilmu dan tuntutan kurikulum yang dibebankan. Kegiatan pembelajaran lebih dominan pada Guru. Lebih banyak demonstrasi, hanya satu arah dan murid mengikuti apa yang guru ajarkan. Kita hanya mengenal dan mengejar akan target kurikulum, standar nilai dan Target sekolah. Banyak perlakuan yang seharusnya tidak dilakukan apabila ada kesalahan anak yang langsung memberikan hukuman yang terkesan membebenai terhadap anak tersebut.

 

2.    Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini?


Setelah mempelajari dari beberapa materi pad modul CGP banyak hal yang saya dapatkan dan memerikan  perubahan paradigma berpikir saya. Filosofi  Ki Hajar Dewantara.  Dapat mencerahkan pemahaman saya selama ini yang memandang anak  diibaratkan kertas putih. Anak ibarat kertas yang sudah terisi dengan kodrat masing-masing (kemampuan) .Tugas kita sebagai guru adalah menuntun, mengarahkan  dan merawat anak sesuai dengan kodrat dan kemampuannya masing masing. Pendidikan bukanlah sekedar transfer ilmu pengetahuan, tapi harus dapat membuat anak memahami dunianya dan dapat memanfaatkan pemahaman tersebut untuk kebahagiaan hidupnya. Pembelajaran tidaklah statis, namun dinamis. Perubahan-perubahan disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam disesuaikan dengan kemampuan , kondisi lingkungan yang dimiliki para peserta didik sedangkan kodrat zaman harus sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku pada saat pendidikan berlangsung. Pendidikan Menghamba pada anak dengan kata lain pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik dengan yang menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Pembelajaran tidak terbatas di ruang-ruang kelas, terhalang tembok, terkurung dalam suatu ruangan balok. Pembelajaran bisa dilakukan dimanapun sesuai dengan konteksnya. Setiap tempat adalah sekolah. Keluarga, masyarakat, lingkungan alam adalah sekolah. Pendidikan harus mampu memvariasikan pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas. Setiap orang menjadi Guru dan setiap rumah menjadi Sekolah.


3.    Apa yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD? 


Dari proses yang sudah saya tempuh dalam CGP sampai saat ini dan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas akan konsep pemikiran KHD maka saya akan segera menerapkan beberapa hal disekolah saya,  diantaranya :

1.    Bersikap positif dan menjadi tauladan untuk anak anak juga rekan yang ada disekolah.

2.    Melaksanakan metode belajar yang variatif yang bisa mengakomodir kemampuan para siswa disekolah.

3.    Belajar tidak hanya terpusat diruang kelas, dimanapun bisa kita laksanakan seperti pada saat pandemi sekarang, dengan memanfaatkan media pendukung yang ada pembelajaran tetap bisa dilakukan, dimanapun kapanpun dan dalam keadaan apapun.

4.    Beberapa hal yang telah dilaksanakan akan terus digalakan dan ditingkatkan seperti :

-  Gerakan Embun Pagi dengan salam, senyum dan sapanya menyambut kedatangan anak didik di sekolah. Guru yang paling dulu di sekolah (sebagai Guru yang Menuntun / ing ngarso sung thulada )

-  Berdoa, dan membaca ayat pendek sebelum belajar, Shalat Dhuha berjamaah satu kali seminggu, Memperingati hari raya keagamaan( Religiusitas dan kodrat sebagai  manusia)

-  Ekstrakurikuler seperti pencak silat, tari daerah kepramukaan dan olah raga permainan. Sesuai dengan lingkungan sekitar membentuk cipta, rasa dan karsa dan pekerti. Olah raga, olah rasa dan olah karsa dibentuk dalam kegiatan tersebut.

-  Mengenal dan menyanyikan lagu wajib nasional, lagu daerah, upacara bendera untuk melatih jiwa kebangsaan, cinta tanah air dan  seni budaya lokal.

-   Mengintegrasikan nilai-nilai karakter (religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas) dengan pembelajaran/ mata pelajaran di sekolah.

- Pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah, praktik pengalaman langsung ke kebun, sawah, gunung sebagai relevasinya manusia dengan alam. ( Kodrat alam)

-  Mengintegrasikan pembelajaran dengan Permainan anak  tradisional budaya lokal seperti, gobak sodor, galah, congklak, pris-prisan, cing-ciripit, oray-orayan dsb yang melatih karakter anak.

-   Jumat Sehat, Jumat Bersih, dan Jumat Indah. Itu dilakukan dengan bersenam pagi bersama semua siswa, kemudian operasi bersih dilanjutkan memelihara, merawat dan menanam tanaman hias atau tanaman obat di lingkungan sekolah. Itu untuk menanamkan Cinta Lingkungan dalam mewujudkan Garut Pangirutan yang diawali dengan lingkungan sekolah yang bersih dan indah serta sehat.

-  Belajar dan membuat  prakarya yang sesuai dengan khas Garut. Contoh mambatik, mengolah makanan khas Garut/ khas Sunda untuk melestarikan budaya dan ciri khas daerah.

 

Itulah  beberapa hal yang bisa saya tuliskan dalam hal sintesis antar materi dan refleksi mandiri akan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Sudah sejak lama KHD menginspirasi kita dalam menaikan harga diri dan martabat didunia pendidikan. Dan kita coba gali kembali pemikiran pemikiran beliau untuk bisa diterapkan dalam proses pendidikan menuju Merdeka Belajar. Sudah sepatutnya kita melakukan hal-hal yang hebat memberikan tuntunan terbaik kepada peserta didik, memberikan kebebasan untuk berksplorasi, berinovasi mengembangkan potensi sesuai dengan kodrat dan kemampuannya masing masing. Belajar bisa dilakukan dimana saja sesuai konsteknya, bisa dilakukan dirumah ataupun disekolah dan inilah yang dinamakan merdeka belajar.  


Asep cahyadin

Calon Guru Penggerak

Garut, 27 Oktober 2020 

Rabu, 16 September 2015

AL MULK Ayat 1 - 3

ü Aku Berlindung Kepada Allah Dari Godaan Setan Yang Terkutuk

ü Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

1.     Maha Suci Allah Yang Di Tangan-Nya-Lah Segala Kerajaan, Dan Dia Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu.

2.     Yang Menjadikan Mati Dan Hidup, Supaya Dia Menguji Kamu, Siapa Diantara Kamu Yang Baik Amalnya Dan Dia Maha Perkasa Lagi Maha Pengampun.


3.     Yang Telah Menciptakan Tujuh Langit Berlapis-Lapis, Kamu Sekali-Kali Tidak Melihat Pada Ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah Sesuatu Yang Tidak Seimbang. Maka Lihatlah Berulang-Ulang, Adakah Kamu Lihat Sesuatu Tidak Seimbang?.


ü Maha Benar Allah Dengan Segala Firmannya 

Minggu, 24 Mei 2015



PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
PROGRAM PASCASARJANA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN GARUT

UJIAN TENGAH SEMESTER

Mata Kuliah  :LANDASAN PEMBELAJARAN
Dosen              : Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd
Nama              : ASEP CAHYADIN, S.Pd
NIM                11868005
Kode Soal       : 1

JAWABAN !

Soal Bagian A
1.      Komponen merupakan suatu bagian dari keseluruhan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan yang membentuk suatu sistem. Menurut Prof Wina Sanjaya, sitem adalah suatu kesatuan komponen yang satu sama lain berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tiga hal yang menjadi karakteristik komponen dalam suatu sistem;
a.       Sistem memiliki tujuan yang berarti sistem memiliki arah yang ingin dicapai
b.      Sistem selalu mengandung proses, dalam pencapaian tujuan pasti dibutuhkan suatu proses. Proses disebut serangkain kegiatan, semakin komplek tujuan maka semakin rumit juga proses kegiatannya.
c.       Sistem memiliki berbagai komponen yang akan mendukungnya mencapai tujuan. Komponen-komponen tadi membent uk suatu kesatuan yang memiliki peran dan fungsi yang berbeda untuk menjalankan sistem tersebut.
Dari keterangan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa sistem tidak akan berlangsung tanpa adanya dukungan dari komponen. Komponen memegang peranan penting dalam keberlangsungan suatu sistem, satu sama lainnya dari tiap komponen tersebut harus diberdayakan sesuai dengan fungsinya. Salah satu komponen tidak bekerja dengan baik maka akan merusak sistem secara keseluruhan. Keberhasilan suatu sistem adalah kebrhasilan memberdayakan komponen-kompenen, yang artinya apabila seluruh komponen yang membentuk sistem bekerja sesuai dengan fungsinya, maka dapat dipastikan tujuan yang telah ditentukan akan tercapai secara optimal.
2.      Bagan keterkaitan komponen-komponen









                                        








BAGAN KOMPONEN PROSES PEMBELAJARAN
Analisa dari bagan diatas bahwa suatu sistem adalah ketrkaitan antar komponen-komponen yang membentuknya. Sebagai suatu sistem proses pembelajaran terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lainnya saling berinteraksi (saling mempengaruhi) dan berinterelasi (berhubungan satu sama lain), komponen-komponennya antara lain tujuan, materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, media dan evaluasi. Dari komponen-komponen yang membentuk ada salah satu komponen yang dianggap paling penting dan nyawa dalam sistem tersebut yaitu tujuan. Tujuan diibaratkan jantung dimana manusia tidak bisa hidup kalau tidak memiliki jantung begitu juga dalam sistem proses pembelajaran, tujuan adalah komponen yang pertama dan paling utama. Komponen berikutnya digambarkan oleh isi materi, maksudnya adalah proses dari kegiatan sistem tersebut. Komponen ketiga digambarkan oleh metode komponen ini memiliki fungsi sebagai pendukung dari proses, artinya bahwa proses akan berhasil manakala metode yang diterapkan tepat dan ini akan berimbas pada tujuan yang diharapkan. Kemudian komponen berikutnya alat dan sumber atau media  komponen ini mempunyai fungsi sebagai pendukung proses dengan memanfaatkan hasil-hasil teknologi untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Yang terakhir adalah evaluasi yaitu untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan maka komponen evaluasilah perannya. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dan kelebihannya dalam pemanfaatan berbagai komponen sistem pembelajaran.
3.      Guru dalam suatu proses pembelajaran memiliki peran yang sangat strategis dan penting sekali. Dalam proses pembelajaran guru tidak hanya berperan sebagi model tatapi juga sebagai pengelola pembelajaran. Efektifitas proses pembelajaran terletak pada kinerja guru, oleh karenanya keberhasilan suatu proses pembelajaran ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru. Dalam menghadapi dan melaksankan proses pembelajaran seorang guru diharuskan memahami sebuah pnedekatan sistem. Proses pembelajaran adalah sebuah sitem yang didalamnya ada kegiatan bertujuan yaitu membelajarkan siswa. Proses pembelajaran adalah suatu rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa. Melalui  pendekatan sistem banyak manfaat yang didapatkan oleh guru, dengan pemahaman sistem minimal guru akan memahami teentang tujuan pembelajaran atau hasil yang diharapkan, proses kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan, pemanfaatan setiap komponen dalam setiap kegiatan untuk mencapai tujuan dan bagaimana mengetahui keberhasilan pencapaian tersebut. Proses perencanaan yang sistematis dalam proses pembelajaran mempunyai beberapa keuntungan diantaranya ;
a.       Melalui sistem perencanaan yang matang, guru akan terhindar dari keberhasilan yang untung-untungan, dengan demikian pendekatan sistem memiliki daya ramal yang kuat tentang keberhasilan suatu proses pembelajaran, karena memang perencanaan disusun untuk mencapai hasil yang optimal.
b.      Malalui sistem perencanaan yang sistematis, setiap guru dapat menggambarkan berbagai hambatan yang mungkin akan dihadapi sehingga dapat menentukan berbagai strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
c.       Melalui sistem perencanaan, guru dapat menentukan berbagai langkah dalam memanfaatkan berbagai sumber dan fasilitas yang ada untuk ketercapaian tujuan.
4.      Beberapa variabel-variabel yang mempengaruhi sistem pembelajaran diantaranya faktor guru, faktor siswa, sarana, alat dan media yang tersedia serta faktor lingkungan. Berikut akan diuraikan secara singkat ;
a.       Faktor guru
Guru adalah salah satu komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Guru mempunya peran sentral dalam manejerial atau pengelolaaan proses pembelajaran, berjalan atau tidaknya kegiatan pembelajran ditentukan oleh guru itu sendiri.
b.      Faktor siswa.
Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Sebagai objek dalam proses pembelajaran peran siswa perlu diketahui ciri dan karakteristiknya. Tidak semua siswa memiliki pengetahuan, kepribadian, kecerdasan yang baik. Antara satu dan lainnya memiliki kemampuan yang berbeda-beda, perlunya informasi tentang siswa tersebut adalah hal penting untuk terjadinya interaksi dan proses pembelajaran.
c.       Faktor Sarana dan Prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelangsungan proses pembelajaran misalnya, media pembelajaran, alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah, dan lain-lain. Sedangkan prasarana adalah sgala sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Kedua faktor tersebut dapat mempengaruhi sistem pembelaran melalui dukungan alat dan media yang menjadikan proses pembelajaran dapat lebih mudah, effektif dan effisien untuk dilaksanakan.
d.      Faktor Lingkungan
Lingkungan adalah tempat dimana kita berada melakukan suatu aktifitas-aktifitas hidup. Dalam dimensi system pembelajaran lingkungan adalah salah satu factor penting. Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu factor organisasi kelas dan faktor social psikologis.  Faktor organisasi kelas didalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas dipandang sebagai aspek penting yang bisa memengaruhi proses pembelajaran. Sedangkan faktor iklim sosial psikologis merupakan keharmonisan hubungan antara orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Iklim sosial ini dapat terjadi secara internal dan eksternal
5.      Pentingnya pendekatan sistem untuk meningkatkan kualitas pembelajaran!
Sistem bermanfaat untuk merancang atau merencanakan suatu proses pembelajaran. Suatu proses pembelajaran bisa dikatakan berhasil di lihat dari pencapaian tujuan yang dicapai apabila tercapai maka terdapat kualitas pembelajaran didalamnya. Suatu sistem merupakan proses untuk mencapai tujuan melalui pemberdayaan komponen-komponen yang membentuknya, maka sistem sangat erat kaitannya dengan perencanaan. Perencanan yang matang merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan tujuan yang diharapkan. Oleh karenanya, proses berpikir dengan pendekatan sistem memiliki daya ramal yang akurat akan keberhasilan suatu proses. Kualitas pembelajaran dapat dicapai tatkala tujuan dari pembelajaran tercapai, tujuan bisa di dapatken ketika kita merencanakan dengan matang melalui pendekatan sistem. Maka hal ini bisa membuktikan bahwa dengan pendekatan sistem kita bisa mendapatkan kualitas pembelajaran yang dilihat dari tujuan yang telah dicapai.

Soal Bagian  B   
1.      a. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan (approach) merupakan titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya proses yang sifatnya masih umum. Ada dua pendekatan yaitu pendekatan yang berpusat pada guru ( teachers-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa  (student -centered approach). Pendekatan merupakan sumber ketika kita merencanakan strategi dan metode pembelajaran
b. Strategi Pembelajaran
Istilah strategi pada mulanya berasal dari dunia militer yang diartikan sebagai cara menggunakan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan peperangan. Dalam dunia Pendidikan strategi pembelajaran dipergunkan untuk perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidika tertentu. Dua hal dari strategi pembelajaran, pertama strategiu adalah merupakan rencana tindakan proses pembelajaran kedua strategi merupakan rencana untuk pencapaian tujuan tertentu.
c.       Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah upaya untuk mengimpelementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode merupakan suatu cara yang dapat digunakan untuk melaksanak strategi. Sehabat-hebatnya strategi yang diterapkan apabila tanpa metode yang tepat tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan, maka dapat dikatakan bahwa metode adalah suatu alat dalam menjalankan strategi.
d.      Teknik dan Taktik
Membicarakan metode pembelajaran berarti tidak akan lepas dari teknik dan taktik pembelajaran. Teknik dan taktik pembelajaran merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Sedangkan taktik adalah gaya seseorang dalam melaksankan suatu teknik atau metode tertentu. Teknik diterapkan manakala situasi dan kondisi yang dihadapi, sedangkan taktik adalah gaya, pembawaan dari individu itu sendiri.
2.      Langkah-langkah strategi ekspositori dan inkuiri
a.       Strategi Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses bertutur bahwa dalam strategi ini peran siswa menyimak untuk menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru. Langkah-langkah yang harus dilakukan diantaranya :
1.      Persiapan (preparation), dalam tahap pertama yaitu mempersiapkan siswa untuk siap menerima pelajaran. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap persiapan
-          Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negative, dalam hal ini guru merangsang dan mendorong siswa untuk siap mengahadapi materi yang akan dipelajari meski sesulit apapun.
-          Mulaialah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai,  artinya bahwa tujuan apa yang akan didapat oleh para siswa setelah mempelajari materi yang akan diberikan dengan maksud untuk memberikan pemahaman kepada siswa apa yang harus mereka kuasai dalam menerima materi yang diajarkan.
-          Bukalah file dalam otak siswa, maksudnya kita bisa mengungkapkan materi yang akan disampaikan dengan pengetahuan yang telah ada disiswa dengan cara menghubungkan dengan materi-materi yang dipelajari sebelumnya yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas.
2.      Penyajian (presentation) adalah langkah penyamapaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Untuk lebih mengefektifkan langkah ini harus meperhatikan beberapa hal berikut :
-          Penggunaan bahasa artinya bahwa bahasa yang digunakan bersifat komunikatif dan mudah dipahami serta harus menyesuaikan dengan tingkat perkembangan audiens siswa maksudnya usia siswa.
-          Intonasi suara bahwa guru harus bisa mengatur nada suara ketika memberikan pelajaran dengan tujuan untuk mengontrol perhatian siswa sehingga tidak akan muah bosan.
-          Menjaga kontak mata dengan siswa adalah melakukan komunikasi penglihatan yang bisa membawa anak merasa dihargai dalam proses pembelajaran, mereka merasa dibawa dalam suasana pembelajaran tersebut.
-          Menggunakan joke-joke yang menyegarkan dengan canda riang membuat suasana pembelajaran tidak terlalu kaku, ini dilakukan untuk mengembalikan tingkat konsentrasi siswa pada pelajaran.
3.      Korelasi (correlation) langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya.
4.      Menyimpulkan (generalization) adalah tahapan untuk memahami inti (core) dari materi pelajaran yang telah disajikan. Langkah ini bermaksud untuk meberikan pemahaman kepada siswa dan bisa menyimpulkan dan mengambil intisari dari proses penyajian pelajaran.
5.      Mengaplikasikan (application) adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan dari guru. Dalam hal ini guru dapat mendapatkan informasi dari kegiatan tadi tentang sejauh mana siswa dapat menguasai dan memahami materi yang disampaikan.
b.      Strategi Inkuiri
Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkain kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Srategi pembelajaran inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan, materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri pelajaran , sedangkan guru memfasilitasi dan membimbing siswa untuk belajar. Langkah-langkah pelaksanaan strategi pembelajaran inkuiri :
1.      Orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive. Diadalam langkah ini guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Langkah ini diperlukan untuk mengajak supaya siswa mempunyai kemauan untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah yang akan dipelajari.
2.      Merumuskan masalah adalah langkah yang menyajikan persoalan yang harus dijawab oleh siswa meskipun mengandung teka-teki yang cukup komplek.
3.      Merumuskan hipotesis,adalah langkah untuk memberikan keleluasaan siswa menjawab suatu permasalahan yang dikaji dengan jawaban sementara. Maka dari itu jawaban sementara itu harus diuji kebenarannya dengan kemampuan hipotesis yang rasional dan logis para siswa dapat mengembangkan potensi dirinya untuk mencari jawaban yang pasti dari masalah yang diberikan.
4.      Mengumpulkan data, langkah ini adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Tugas seorang guru dalam langkah ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.
5.      Menguji hipotesis adalah salah satu langkah untuk proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh dari hasil pengumpulan data tersebut. Kebenaran hipotesis adalah kebenaran yang bukan berdasarkan argumentasi tetapi harus didukung dengan bukti-bukti atau data terkait yang dapat dipertanggungjawabkan.
6.      Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian dari hipotesis. Peran seorang guru untuk menuntun mendapatkan kesimpulan yang benar adalah dengan menunjukan data-data atau jawaban-jawaban yang relevan.
3.      Langkah pengunaan metode ceramah dan diskusi
a.       Metode Ceramah
Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penutran secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. Ceramah adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Alat interaksi yang terutama dalam hal ini adalah “berbicara". Dalam ceramahnya kemungkinan guru menyelipkan pertanyaan pertanyaan, akan tetapi kegiatan belajar siswa terutama mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok pokok penting, yang dikemukakan oleh guru; bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam  metode ceramah diantaranya :
1.      Tahap persiapan , sebelum melaksanakan kegiatan guru merumuskan dahulu tujuan yang akan dicapainya. Berikutnya seorang guru menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan, tingkat penguasaan materi sangat berpengaruh sekali terhadap keberhasilan dari kegiatan ceramah untuk itu guru harus dapat menguasai materi yang akan disampaiakan. Untuk lebih membantu para guru hendaknya alat bantu dipersiapkan misalkan dengan media transfaransi atau media lainnya yang membantu penceramah dapat menyampaikan materinya.
2.      Tahap pelaksanaan, pada tahap ini ada tiga hal yang harus dilakukan, diantaranya ;
a.       Langkah pembukaan adalah awal memulai ceramah dimana kita harus bisa meyakinkan siswa memahami tujuan yang kan dicapai dalam proses pembelajaran tersebut, berikutnya lakukan kegiatan apersepsi yaitu menghubungkan materi yang dahulu dengan materi yang akan disampaikan .
b.       Langkah Penyajian yaitu tahap penyampaian materi pembelajaran dengan bertutur dalam tahap ini guru secara monologis satu arah menyampaiakan materi pembelajaran
c.       Langkah mengakhiri atau menutup ceramah langkah ini dilakukan untuk mengikat pemahaman siswa yang telah dimilki dari proses caeramah tadi.
b.      Metode diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang mengahadapkan siswa pada suatu permasalahan. Metode diskusi merupakan suatu cara mengajar yang bercirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pertanyaan atau problem. Di mana para anggota diskusi dengan jujur berusaha mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. Dalam metode diskusi guru dapat membimbing dan mendidik siswa untuk hidup dalam suasana yang penuh tanggung jawab, msetiap orang yang berbicara atau mengemukakan pendapat harus berdasarkan prinsip-prinsip tertentu yang dapat diperanggungjawabkan. Jadi bukan omong kosong, juga bukan untuk menghasut atau mengacau suasana. Menghormati pendapat orang lain, menerima pendapat yang enar dan menolak pendapatb yang salah adalah ciri dari metode yang dapat dighunakan untuk mendidik siswa berjiwa demokrasi dan melatih kemampuan berbicara siswa. Jenis-jenis diskusi diantaranya, diskusi kelas, diskusi kelompok kecil, simposium, dan diskusi panel. Langkah-langkah melaksanakan metode diskusi diantaranya :
1.      Langkah persiapan yaitu langkah awal dimana persiapan yang dilakukan harus memperhatikan perumusan tujuan yanga akan dicapai, jenis diskusi yang dapat dilaksanakan, menetapkan masalah yang akan dibahas dan menetapkan segala sesuatu yang  berhubungan dengan teknis kegiatan.
2.      Pelaksanaan diskusi kegiatan diskusi berlangsung yang harus diperhatikan oleh para guru diantaranya :
-          Memeriksa segala persiapan yang dianggap perlu dalam kelancaran diskusi
-          Memberikan pengarahan kepada siswa sebelum terjadinya proses diskusi
-          Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditatapkan
-          Memberikan kesempatan yang sama pada setiap kelompok untuk menyampaikan gagasan dan ide0idenya
-          Mengendalikan pembicaraan pada pokok-pokok yang akan dibahas

3.      Menutup diskusi, setelah diskusi berakhir adakan sebuah kesimpulan dari hasil diskusi tersebut dengan cara membuat pokok-pokok pembahasan yang didiskusikan. Me riview jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya.